Segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan agar kamu menyadari (kebesaran Allah) (QS Al Dzariyat [51]: 49).
Agama mensyariatkan dijalinnya pertemuan antara pria dan wanita, dan kemudian mengarahkan pertemuan itu sehingga terlaksananya "perkawinan", dan beralihlah kerisauan pria dan wanita menjadi ketentraman atau sakinah dalam istilah Al-Quran surat Ar-Rum (30): 21.Guna tujuan tersebut Al Quran antara lain menekankan perlunya kesiapan fisik, mental, dan ekonomi bagi yang ingin menikah."Kalau mereka(calon-calon menantu) miskin, maka Allah akan menjadikan mereka kaya (berkecukupan) berkat anugerah-Nya" (QS An-Nur[24]: 31)
"Hendaklah mereka yang belum mampu (kawin) menahan diri, hingga Allah
menganugerahkan mereka kemampuan" (QS An-Nur [24]: 33)
Maka kawinilah siapa yang kamu senangi dari wanita-wanita (QS An-Nisa [4]: 3) Meskipun demikian, Nabi Muhammad Saw. menyatakan Biasanya wanita dinikahi karena hartanya, atau keturunannya, atau kecantikannya, atau karena agamanya. Jatuhkan pilihanmu atas yang beragama, (karena kalau tidak) engkau akan sengsara (Diriwayatkan melalui Abu Hurairah).Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji.Intinya.. proses Ta'aruf yaitu proses pengenalan calon istri yang didampingi oleh muhrimnya(Ayahnya atau adik laki2 nya) ketika fisik,mental dan ekonomi mereka telah siap. dikutip : http://amirfauzi.tripod.com/WawasanNikah01.htmDan Wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula) (Al-Nur (24): 26)Bagi kamu agamamu dan bagiku agamaku (QS Al-Kafirun [109]: 6).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar